Baru Diresmikan, Jembatan Aria Wangsakara Serang Banten Kini Dipenuhi Sampah

Jembatan Aria Wangsakara atau yang dikenal dengan Jembatan Bogeg Serang, Banten, kini tampak dipenuhi sampah. Padahal jembatan tersebut, peresmiannya satu minggu yang lalu. Peresmian itu dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Selasa (29/3/2022) malam.

Jembatan yang terletak di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang itu kini tampak dipenuhi dengan sampah. Jembatan dengan panjang 78 meter dan lebar 33 meter itu tampak megah dan indah. Namun keindahan tersebut tercoreng dengan warna warni sampah plastik di sisi jembatan.

Di sana tampak sejumlah sampah berserakan di sepanjang sisi area jembatan. Mulai dari sampah plastik, triplek, kertas dan lain sebagainya. Sejumlah pengguna jalan juga tampak terlihat sedang berhenti dan menepi di pinggir jalan.

Sambil mengabadikan momen mereka berfoto dengan menggunakan kamera handphone. Perlu diketahui, pembangunan jembatan Aria Wangsakara ini menghabiskan uang sekitar Rp 165 miliar. Jembatan ini, sebagai salah satu icon baru Provinsi Banten setelah Kawasan Kesultanan Banten di Banten Lama dan Banten International Stadium.

Jembatan ini memiliki delapan jalur, dengan panjang 78 meter dan lebar 33 meter. Setiap arahnya terdiri dari 4 (empat) lajur jalan yang akan memperlancar kendaraan. Pada saat peresmian jembatan ini, Gubernur Banten Wahidin Halim telah berpesan kepada masyarakat untuk bisa menggunakannya dengan baik.

"Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan jangan buang sampah di Jembatan," ujar WH saat meresmikan jembatan Aria Wangsakara, Selasa (29/3/2022) lalu. Menurutnya jembatan tersebut merupakan jembatan jembatan terlebar se Indonesia dengan lebar 33,8 meter. Bahkan jembatan Aria Wangsakara juga telah mendapatkan Rekor Museum Dunia Indonesia MURI.

Jembatan Aria Wangsakara dinobatkan sebagai Jembatan dengan Hiasan Ornamen Batik Etnik Terbesar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.