NATO: Tentara Rusia yang Tewas dan Terluka di Ukraina Mencapai 40.000 Orang

Sebanyak sekitar 40.000 tentara Rusia berjatuhan dalam sebulan pertempuran di Ukraina, ujar seorang perwira senior militer NATO. Dilansir , perkiraan jumlah tersebut termasuk personel militer Rusia yang diperkirakan terluka atau terbunuh serta mereka yang hilang atau ditawan sejak Vladimir Putin menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Berbicara dari Brussel, pejabat NATO yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan angka itu didasarkan pada informasi yang diberikan oleh Kyiv, petunjuk yang diberikan oleh Rusia dan data yang diperoleh melalui intelijen sumber terbuka.

Jumlah korban diperkirakan dihitung dengan asumsi ada sekitar tiga tentara yang terluka untuk setiap tentara yang tewas, tambah mereka. Ini artinya jumlah tentara yang tewas sekitar 15.600, angka kematian Rusia menurut perhitungan Ukraina. Jika perhitungan Kyiv akurat, maka jumlah tentara Rusia yang tewas saat ini lebih banyakdaripada jumlah tentara Rusia yang tewas selama perang Soviet Afghanistan dalam satu dekade.

Pada 2 Maret, Moskow mengatakan 498 tentaranya tewas dalam perang. Awal pekan ini, surat kabar pro Kremlin Komsomolskaya Pravda menerbitkan sebuah artikel online yang mengungkapkan hampir 10.000 tentara tewas dalam perang dengan lebih dari 16.000 terluka. Namun artikel itu dihapus tak lama kemudian.

Sejumlah besar pejabat tinggi Rusia juga diduga tewas selama konflik. Seorang penasihat presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Minggu (20/3/2022) bahwa 6 jenderal Rusia dan puluhan kolonel telah kehilangan nyawa mereka. "Bagi saya yang penting adalah laporan korban besar di kolonel dan di atasnya, tulang punggung tentara Rusia, bukan hanya jenderal," kata seorang diplomat senior di Moskow kepada Reuters.

Sementara itu, Konrad Muzyka, seorang analis pertahanan, mengatakan akan menjadi "masalah besar" jika bahkan dua jenderal terbunuh. "Kami tidak hanya berbicara tentang jenderal, kami juga berbicara tentang kolonel yang tentu saja juga sangat tinggi dalam organisasi," tambahnya. Sementara perang di Ukraina akan memasuki minggu kelima, Ukraina telah mendesak negara negara barat untuk memasok negaranya dengan lebih banyak senjata.

Swedia telah setuju untuk mengirim 5.000 rudal anti tank lagi ke Kyiv. Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah berjanji untuk mendesak sekutunya untuk secara substansial meningkatkan kontribusi peralatan militer mereka. Dikatakan sekitar 9 juta orang kini harus meninggalkan rumah mereka untuk menghindari konflik.

Lebih dari 3,5 juta dari total ini sekarang telah melintasi perbatasan ke negara negara tetangga, menurut PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.